Berita

Info dan Media / Berita

Market otomotif jenuh, Suzuki perkuat penetrasi produk marine

Berita

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) melihat pertumbuhan signifikan di sektor produk mesin kapal atau marine engine. Pasalnya, industri otomotif saat ini masih tertekan, berkaca dari data Gaikindo sejak Januari-Agustus 2019 pasar otomotif anjlok 11%. Gunardi Prakosa, Marine Deputy General Manager PT SIS menyebut pertumbuhan Suzuki di sektor mesin kapal sangat signifikan. Kondisi ini juga memberikan peluang pertumbuhan yang lebih baik ke depannya dengan ekspansi ke wilayah baru baik untuk segmen nelayan, pariwisata, transportasi dan lainnya. "Outboard motor (OBM) dalam lima tahun ke belakang growth terus. Di luar tender pemerintah growth terus, rerata,ya saja pertumbuhannya dua digit," ujarnya di Mataram, Senin (23/9).

Menurutnya, karakteristik pelanggan otomotif sedikit berbeda dengan marine sehingga perlu strategi dan pendekatan yang berbeda ke pasar. Salah satunya mengenai sosialisasi dan edukasi mengenai mesin kapal, maintenance, purnajual hingga safety. "Tipikal bisnis yang di marine kami harus pendekatan sama mereka (calon pelanggan). The way of business-nya seperti ini, beda sekali, pendekatannya langsung dan dicoba sendiri," lanjutnya.

Oleh karena itu, selain ekspansi jaringan dengan membuka 10 dealer penjualan dan lebih dari 50 mitra penjualan. Suzuki Marine juga memberikan sea trial kepada market di beberapa lokasi untuk mencoba keandalan dan keiritan mesin miliknya. Selain itu, layanan purna jual serta ketersediaan spare part dan service juga diperkuat.

"Mesin kami jauh lebih irit daripada yang (mesin-mesin) yang eksis disini, nah otomotif mereka mau buktikan dengan sea trial. Kami coba pinjamkan sebulan pada nelayan itu, ini sedang mau kami lakukan," tutupnya. Saat ini Suzuki belum memproduksi mesin OBM di Indonesia karena masih berfokus pada penjualan dan memperluas pasar. Namun tak menutup kemungkinan, pihaknya akan juga membangun fasilitas produksi di Indonesia manakala pertumbuhan penjualannya terus bertumbuh signifikan. "Dulu awal mobil masuk itu kan pasti jualan dulu baru bikin pabrik. Ke depan, (buat pabrik sendiri) sangat bisa karena kami punya tanah sendiri (di Cikarang)," tutupnya.

Sumber : Kontan